Bandung pembuktian dan kenangan



*Dering telepon berbunyi*
“Jadi kok sudah mau jalan ni , sabar . Ketemu di kantor ya” ucapku di telepon kepada Deny teman kantorku .
Malam itu tanggal 31 Desember 2017 , kami hendak berangkat ke Bandung , alih-alih liburan bersama mereka sebenarnya tujuanku adalah bertemu dengan pacarku yang sudah seminggu berada di sana .
Tepat jam 11 malam kami berangkat menggunakan mobil Toyota Agya berwarna putih yang kita beri nama URU . Selama perjalan aku tak tahu apa-apa karena aku tertidur dan terbangun ketika kami sudah sampai Bandung dan pergi menuju Lembang .
Kami berjalan tanpa arah , tapi aku mengarahkan menuju tempat di mana pacarku berada , daerah Ciater . Aku berusaha mengajak temanku untuk menyewa hotel di daerah sana karena aku berpikir tujuanku bertemu sang kekasih bukan untuk bersama teman-temanku .
Hingga pagi hari kami tetap mencari hotel dan tepat jam 11 siang kami dapat kamar di Lembah Sarimas, hotel yang di depannya ada masjid besar warna warni .
Check in dan beristirahat sebentar . Aku lekas menjemput dan bertemu pacarku . Ketika bertemu rasanya … ehmmm bingung deh ketika setiap hari bertemu dan saat itu sudah 5 hari tak bertemu .
Aku langsung memeluknya, terlihat raut wajah yang senang di mukanya . Mungkin karena aku jauh-jauh pergi ke Subang hanya untuk bertemu dengannya .
Kami langsung pergi menuju tempat wisata . Hmm.. awalnya sih bingung mau ke mana , sampai akhirnya Tangkuban Perahu sebagai tujuan wisata kami. Aku ingat , aku pernah ke sana ketika berumur 4 tahun membawa boneka buaya yang sangat besar *eh malah curhat*
Di sana sangat indah , walau jalannya macet dan terasa sangat lama tapi keindahan alam memang tak akan ada tandingannya. Yak tahulah apa yang kami lakukan di sana , berfoto dan aku memandangi wajahnya karena aku berada di tempat yang indah bersama orang yang sangat kusayang . Lagu yang tepat pada saat itu adalah lagu bukti yang aku nyanyikan di dalam hatiku saat memandangi wajahnya .

kamu adalah bukti dari cantik paras dan hati , kau adalah harmony saaat ku bernyanyi “ ya begitulah lirik nya yang saat itu benar-benar ngena  saat bertemu dia di subang.
2 jam kira-kira kami di sana dan akhirnya kembali ke penginapan, karena sore itu Cecil ada acara makan keluarga . Oia nama pacarku Cecilia Abigail , lupa kenalin udah cerita panjang ya .
Malam pun tiba , aku kembali ke hotelku dan memberikan kunci kepada temanku , karena mereka ingin bermalam tahun baruan di Kota Bandung yang menjadi tujuan mereka dari awal pergi . Aku sendiri di hotel hingga akhirnya Cecil jemput untuk mengajaku ke penginapannya bersama keluarga besar yang sedang berkumpul.
Yang sangat kuingat pada malam itu , aku adalah satu-satunya orang yang bukan dari keluarga mereka yang ikut doa keluarga , mendengar semua doa-doa dari keluarga pacarku membuatku merinding . Bagaimana tidak , aku tidak pernah merasakan ini . Yak latar belakang broken home dari umur 1 tahun membuatku tidak mengerti situasi saat bersama keluarga ataupun situasi ini . Namun , saat itu aku belajar di mana saat kita membutuhkan bantuan sebenarnya yang dapat menolong kita adalah Tuhan yang berada di dalam hati kita , yang akan membuatkan jalan terbaik dari semua masalah kita .
Selesai doa akhirnya kami menyambut datangnya tahun 2018 .
*teetttt tettttt *duar-duar . suara terompet dan kembang api menandakan datangnya tahun baru yang aku lewati pertama kalinya bersama pacarku . Ya kebiasaan dari Cecil adalah memandangku dengan muka gemes , menyodorkan satai yang baru selesai dibakar walau kutak ingin makan tapi sodoran dia wajib kumakan . Begitulah sifat Cecil , orang yang kulihat dan terasa sebagai wanita sempurna .
2 jam berlalu , Cecil mengantarku kembali , karena esok pagi kami akan bergegas pulang .
Pagi pukul 10 tepat tanggal 1 januari 2018 , temanku baru kembali ke hotel dan langsung bergegas pulang .
Siang itu aku yang menyetir , karena terlihat mereka sangat lelah walau aku juga . Melihat google maps , jalan yang disarankan adalah tol Cipali . Aku tidak pernah lewat sana tapi itu jalan tercepat untuk pulang , ya sudah ikuti saja .
Tepat pukul 15.20 kami sudah masuk gerbang tol Subang menuju Cipali .
10 menit kemudian ….
*citttttttt suara bang terdengar olehku dan…. *brakkkk mobil yang kukendarai menghantam mobil di depan . Aku tak panik tapi temanku berkata
“Kenapa ini Tin , buka pintu ahhh pinggang gua” namun sudah kubuka kunci , pintu tak bisa terbuka , hingga akhirnya aku dorong paksa pintu di bagian kananku . Terbuka . Aku melihat sekeliling, terlihat hancur mobilku .
Spontan aku menelpon Cecil , entah kenapa yang pertama kali kupikrkan adalah mengabarinya . Namun handphonenya mati dan aku telepon maminya hingga aku bisa berbicara kepadanya
“Cil aku tabrakan di Cipali , kemungkinan aku kembali ke Subang untuk beresi masalah karena tebrakannya ada orang terluka parah”
Ia menjawab dengan biasa saja , karena aku tau dia panik dan bingung , kepadaku biasa saja tapi aku meendengar ia bertanya kepada orang tuanya apa yang harus ia lakukan . Ia langsung terus menanyakan kondsisiku takut aku kenapa napa , hingga tak bisa tertidur .
Sore pun berlalu , jam 8 malam Cecil datang ke Subang ke kantor polisi jalan raya Cipali . Memberikan 1 bucket ayam KFC karena ia khawatir aku belum makan dan ayahnya memberikan uang cash 1 juta untuk berjaga-jaga . Selesai dari rumah sakit dan pergi menuju terminal .
Aku tak tahu apa yang aku rasakan saat itu , sangat kacau dan sangat-sangat sedih yang terpikir di kepalaku hingga akhirnya jam 9 pagi sampai rumah tanpa mobilku dan aku tetap merasa tenang , karena ada orang yang stand by selama 24 jam hanya untuk menunggu kabarku bagaimana dan memastikan aku baik baik saja .
Aku tak berpikir tentang apa kondisiku saat itu karena benturan atau kehilangan mobil yang aku beli dengan hasil kerja kerasku atau apapun lah itu . Yang kupikirkan aku memiliki orang yang sangat menyayangiku dan seseorang yang sangat memikirkan bagaimana kondisiku . Itulah pembuktian cinta yang tulus dari seseorang yang kusayang  . Orang itu adalah pacarku , Cecilia Abigail .

Komentar

Postingan Populer